Hampir semua orang mengakui bahwa Anda belajar paling baik ketika Anda mengajarkannya kepada orang lain; dan pembelajaran itu diinternalisasikan dalam kehidupan Anda, bila Anda menjalaninya.
Ketika mengajar di universitas beberapa tahun yang lalu, saya menemui seorang dosen tamu, Dr. Walter Gong, dari San Jose, California. Dia mengajarkan mata kuliah "How to Improve Your Teaching" (Bagaimana Meningkatkan Pengajaran Anda) selama satu semester. Inti pokok dari programnya bisa dirumuskan dengan satu prinsip ini: Cara terbaik untuk membuat orang belajar adalah mengubahnya menjadi pengajar. Dengan kata lain, Anda akan mempelajari materi apa pun dengan cara yang terbaik, bila Anda mengajarkannya.
Saya segera mulai menerapkan prinsip itu dalam pekerjaan saya maupun di rumah kami. Ketika pertama kali mulai mengajar di universitas, kelas saya hanya dihadiri oleh lima belas sampai tiga puluh mahasiswa. Ketika saya mulai menerapkan prinsip Dr Gong tadi, beberapa kelas yang saya ajar jumlah pesertanya hampir mencapai seribu orang. Kendati demikian, prestasi para mahasiswa malah meningkat. Kenapa? Ketika Anda mengajar, Anda belajar dengan lebih baik. Setiap pelajar (mahasiswa) menjadi pengajar, dan setiap pengajar menjadi pelajar (mahasiswa).
Kini, paradigma yang umum adalah bahwa rasio atau per-bandingan antara pengajar dan pelajar (mahasiswa) amat kritis— semakin sedikit pelajar/mahasiswa semakin tinggi kualitas peng-ajarannya. Tetapi, bila Anda mengubah pelajar/mahasiswa Anda, Anda akan mendapatkan leverage atau pengungkit/pendongkrak, yaitu sesuatu yang meningkatkan kinerja atau prestasi Anda. Dengan gambaran sebuah pengungkit, dengan cara itu Anda ibaratnya memindahkan titik tumpu dari pengungkit tersebut.
Selain itu, ketika Anda mengajarkan atau membagikan apa yang Anda pelajari kepada orang lain, Anda secara tak langsung seakan-akan berjanji kepada orang-orang tadi bahwa Anda akan melakukan hal-hal yang Anda ajarkan. Secara alamiah Anda akan lebih ter-motivasi untuk menghidupi apa-apa yang Anda pelajari. Kesediaan Anda untuk berbagi itu juga akan menjadi dasar bagi pembelajaran, komitmen dan motivasi yang lebih dalam, yang membuat perubahan menjadi sesuatu yang sah, dan tergalang suatu tim pendukung. Anda juga akan menemukan bahwa dengan berbagi itu akan tercipta ikatan dengan orang lain—terutama dengan anak-anak Anda. Coba minta mereka secara berkala mengajar Anda hal-hal yang mereka pelajari di sekolah. Istri saya, Sandra, dan saya menemukan bahwa dengan melakukan hal sederhana ini tak diperlukan lagi motivasi dari luar agar mereka mau belajar. Orang-orang yang mengajarkan apa yang mereka pelajari, sejauh ini, adalah para pelajar/mahasiswa yang hebat.
sumber : the8thhabith





0 komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Komentarnya Yach !!