Jauh di dalam setiap diri kita ada kerinduan mendalam untuk menjalani kehidupan yang hebat, yang agung, dan memberi sumbangan nyata—untuk sungguh-sungguh merasa penting, untuk membuat perbedaan yang benar-benar nyata. Mungkin saja kita meragukan diri kita sendiri dan kemampuan kita untuk melakukan hal itu, tetapi saya ingin Anda mengetahui keyakinan saya yang mendalam bahwa Anda dapat menjalani hidup seperti itu. Anda memiliki potensi di dalam diri Anda. Anda semua punya. Ini adalah hak yang kita miliki sejak lahir, anugerah yang diberikan kepada manusia.
Saya pernah mengunjungi seorang komandan di suatu basis militer yang benar-benar membara dengan komitmennya untuk meng-usahakan perubahan budaya yang cukup berarti di dalam organisasinya. Dia telah berdinas selama lebih dari tiga puluh tahun, menjadi kolonel penuh, dan berhak pensiun pada tahun itu juga. Setelah dia mengajar dan melatih organisasinya selama beberapa bulan, saya bertanya kepadanya kenapa dia merencanakan untuk tinggal di sana dan mengambil prakarsa besar seperti itu—suatu prakarsa yang akan menuntut dirinya untuk berenang melawan arus, menerjang keengganan atau bahkan penolakan dari tradisi yang begitu kuat, kelesuan, sikap acuh tak acuh, dan tingkat kepercayaan yang begitu rendah. Bahkan saya katakan kepadanya, 'Anda kan bisa santai; menjalani masa pensiun dengan gembira; berbagai jamuan akan diadakan untuk menghargai Anda. Para kolega dan orang-orang yang Anda cintai akan merayakannya bersama Anda."
Dia menjadi amat tenang, serius, diam agak lama, lalu me-mutuskan untuk membagikan pengalamannya yang amat pribadi, bahkan bisa dibilang keramat. Dia katakan bahwa belum lama berselang ayahnya meninggal. Ketika sekarat di tempat tidurnya, dia memanggil istri dan anaknya (sang kolonel) mendekat kepadanya untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia hampir tak bisa berkata-kata. Istrinya menangis selama kunjungan itu. Putranya mendekati sang ayah, dan sang ayah berbisik di telinganya, "Anakku, jangan lakukan apa yang pernah kulakukan. Perlakuanku terhadap dirimu dan ibumu tidak benar, dan aku tak pernah memberi sumbangan yang benar-benar berarti. Anakku, berjanjilah, bahwa kamu tak akan menjalani hidup seperti itu!"
Itulah kata-kata terakhir yang didengar oleh sang kolonel dari ayahnya, yang tak lama kemudian meninggal dunia. Dia menganggap pesan itu sebagai hadiah dan warisan terbesar yang bisa diberikan oleh ayahnya. Sejak itulah dia bertekat untuk membuat perbedaan— untuk hidup sedemikan rupa sehingga benar-benar bisa memberi sumbangan nyata yang sungguh-sungguh bermakna, dalam setiap bidang kehidupannya.
BELAKANGAN SANG KOLONEL secara pribadi menceritakan kepada saya bahwa sebenarnya dia telah merencanakan untuk pensiun dan hidup dengan santai. Bahkan dia berharap bahwa penggantinya tidak akan berbuat sebaik yang telah dia lakukan, dan nampaknya jelas bagi semua orang bahwa hal itulah yang bakal terjadi. Tetapi begitu dia mendapatkan semacam "pencerahan" dengan ayahnya, dia memutuskan untuk tidak hanya menjadi katalisator perubahan dalam membangun prinsip-prinsip kepemimpinan yang akan bertahan lama dalam budaya kesatuannya, tetapi dia juga memutuskan untuk berbuat sesuatu agar penggantinya justru akan lebih berhasil daripada dia sendiri. Dengan berupaya melembagakan prinsip-prinsip kepemimpinan itu ke dalam struktur, sistem, dan proses-proses di dalam organisasinya, dia meningkatkan kemung-kinan terjadinya pewarisan kepemimpinan dari satu generasi pemim-pin ke generasi berikut.
Ia katakan lebih lanjut, bahwa sebelum sampai pada pengalaman-nya dengan ayahnya itu, ia secara amat sengaja memilih jalan yang lebih mudah, dan pada dasarnya hanya bertindak sebagai penjaga tradisi masa lampau. Pendek kata dia memilih kehidupan mediokritas. Tetapi, setelah pengalamannya dengan ayahnya itu, dia memutuskan untuk menjalani hidup yang penuh keagungan, kehidupan yang ditandai dengan sumbangan nyata dan penuh makna—kehidupan yang benar-benar membuat perbedaan.
Semua orang di antara kita dapat dengan sadar memutuskan untuk meninggalkan kehidupan yang serba tanggung, setengah-setengah, memble dan dangkal, dan menjalani hidup yang penuh keagungan, di rumah, di tempat kerja dan di lingkungan masyarakat. Tak peduli seperti apa pun lingkungan dan keadaan sekitar kita, keputusan seperti itu dapat dibuat oleh setiap orang di antara kita— apakah keagungan itu nampak nyata dalam memilih untuk memiliki semangat yang luar biasa dalam menghadapi penyakit yang tak tersembuhkan, atau dalam membuat perbedaan dalam kehidupan seorang bocah dengan memberikan kepada bocah itu suatu perasaan bahwa dirinya berharga dan bahwa dia memiliki potensi yang luar biasa, dengan menjadi katalisator perubahan dalam suatu organisasi, atau dengan menjadi seseorang yang memulai sesuatu yang baru, yang membawa kebaikan bagi masyarakat luas. Kita semua memiliki kekuatan untuk memutuskan untuk menjalani hidup yang penuh keagungan, sebuah kehidupan yang luar biasa, atau bahkan lebih sederhana, tidak hanya untuk memiliki hari yang baik, tetapi hari yang luar biasa. Tak peduli sudah seberapa jauh kita menapaki kehidupan yang ditandai dengan mediokritas, kita selalu dapat memilih untuk mengubah jalur. SELALU. Tak ada kata terlambat. Kita dapat menemukan suara kita.
BEGITU ANDA MEMILIH untuk mengikuti "jalan yang tidak banyak dirambah" itu, jalur untuk menemukan suara Anda adalah:
1. Temukan Suara Anda dengan memahami kodrat Anda yang sebenarnya—sesuatu yang saya sebut tiga anugerah luar biasa yang kita miliki sejak lahir dan dengan mengembangkan serta dengan integritas memanfaatkan kecerdasan yang terkait dengan keempat bagian dari kodrat Anda.
2. Nyatakan Suara Anda dengan memelihara perwujudan tertinggi dari kecerdasan manusia ini: visi, disiplin, gairah hidup, dan nurani





0 komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Komentarnya Yach !!