Jumat, 20 Mei 2011

Orang yang memiliki pengaruh mendalam terhadap orang lain, terhadap institusi atau terhadap masyarakat, orangtua yang pengaruhnya melewati batas-batas generasi, orang yang benar-benar membuat perbedaan, entah demi kebaikan atau keburukan, memiliki tiga ciri umum ini: visi, disiplin, dan gairah. Saya rasa tiga atribut ini telah mengendalikan dunia sejak dahulu kala. Atribut ini mewakili kepemimpinan yang benar-benar bisa berhasil.
Coba renungkan beberapa pemimpin terkenal dalam sejarah modern kita. George Washington memiliki visi untuk membangun sebuah bangsa baru yang bersatu dan bebas dari pengaruh asing. la mendisiplinkan diri untuk belajar bagaimana merekrut, memasok, dan mempertahankan orang-orang agar tidak meninggalkan Tentara Revolusioner (Revolutionary Army). Karena marah terhadap diskriminasi terhadap pejabat militer kolonial, kebijakan pertanahan pemerintah Inggris, dan pembatasan terhadap ekspansi Amerika Serikat, Washington amat getol memperjuangkan kebebasan.
Florence Nightingale, peletak dasar-dasar keperawatan modern, memanfaatkan seluruh masa dewasanya untuk meningkatkan kualitas keperawatan di rumah sakit-rumah sakit militer. Visi dan gairah hidupnya mengatasi keengganannya untuk berbicara.

Mohandas K. Gandhi amat berperan besar dalam pembentukan India sebagai negara merdeka, kendati dia tidak pernah dipilih atau ditunjuk untuk menduduki jabatan formal. Dia tidak memiliki posisi formal untuk memimpin rakyatnya. Kewibawaan moral Gandhi sedemikian besarnya, sehingga mampu menciptakan norma sosial dan budaya yang kuat, yang pada akhirnya bisa membentuk ke-hendak politik. la mengarahkan hidupnya dengan sebuah kesadaran akan nurani universal yang ada pada orang-orang India, pada ko-munitas internasional, dan orang-orang Inggris itu sendiri.
Margaret Thatcher adalah pemimpin perempuan pertama di negara industri besar. la memegang jabatan perdana menteri Inggris Raya selama tiga masa pemerintahan, masa jabatan perdana menteri yang paling lama di abad kedua puluh. Para pengkritiknya tidak sedikit, tetapi ia amat getol mendorong orang-orang untuk berdisiplin dalam hal tanggung jawab pribadi, dan membangun kemandirian. Dia juga amat getol mendukung usaha bebas di negaranya. Selama kiprahnya dalam perpolitikan di Inggris, dia berhasil membawa Inggris keluar dari resesi ekonomi.

Menjadi orang yang amat berpengaruh dan penuh kuasa itu
ibarat menjadi seorang wanita terhormat; bila Anda merasa perlu memberi tahu orang-orang bahwa Anda memang demikian, berarti Anda tidak seperti itu.
MARGARET THATCHER

Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan, melewatkan hampir dua puluh tujuh tahun masa hidupnya di penjara, karena pembangkangannya melawan rezim apartheid. Kendati demikian, dalam mengarahkan hidupnya Mandela lebih ditentukan oleh angan-angannya daripada oleh ingatannya. Dia dapat membayangkan suatu dunia yang jauh lebih luas daripada batas-batas pengalaman dan ingatannya terhadap masa hidupnya di penjara, ketidakadilan, perang dan perpecahan suku. Jauh di dalam jiwanya bergaung sebuah keyakinan terhadap nilai dari setiap warga negara Afrika Selatan.
Bunda Teresa membaktikan dirinya sepenuh hati, dengan bebas dan tanpa syarat untuk melayani kaum miskin. Kepada organisasinya, dia mewariskan keteguhan dalam berpegang pada kaul kemiskinan, kemurnian hati dan ketaatan, yang dia jalankan dengan amat berdisiplin; dan organisasinya terus kuat dan berkembang bahkan ketika dia sudah meninggalkan dunia ini.

Buah dari perenungan adalah DOA.
Buah dari doa adalah IMAN.
Buah dari iman adalah CINTA.
Buah dari cinta adalah PELAYANAN.
Buah dari pelayanan adalah KEDAMAIAN.4
BUNDA TERESA

Anda tentunya ingat, saya mengatakan bahwa siapa pun yang sungguh-sungguh telah membuat perbedaan di dunia ini, baik demi kebaikan maupun keburukan, memiliki tiga ciri umum: visi, disiplin, dan gairah hidup. Nah, sekarang renungkan pemimpin lain, yang memiliki ketiga hal tersebut, tetapi membuahkan hasil yang amat sangat berbeda. Adolf Hitler amat getol menyebarkan visinya mengenai kejayaan seribu tahun kekuasaan Kekaisaran Ketiga (Third Reich) dan ras Arya yang unggul. Dia membangun salah satu mesin industri-militer yang paling disiplin yang pernah disaksikan oleh dunia. Dia jelas menunjukkan kecerdasan emosional yang luar biasa dalam pidato-pidatonya yang selalu berapi-api, yang mampu meng-ilhami massa pendengarnya dengan ketakutan dan pengabdian yang fanatik, yang kemudian dia salurkan dalam bentuk kebencian dan penghancuran.
Kendati demikian, terdapat perbedaan besar antara kepemimpinan yang "berhasil" dan kepemimpinan yang "terus bertahan, dan tak lekang oleh waktu." Setiap pemimpin di atas telah meletakkan dasar dan memberikan sumbangan yang terus bertahan, tak lekang oleh waktu—kecuali satu orang, yang disebutkan terakhir, yaitu Hitler.

Begitu saya berkuasa, tugas saya yang pertama dan utama adalah melenyapkan orang-orang Yahudi?
ADOLF HITLER

Bila nurani mengarahkan visi, disiplin, dan gairah, ke-pemimpinan akan terus bertahan dan mengubah dunia ke arah yang baik. Dengan kata lain, kewibawaan moral akan membuat kekuasaan formal berhasil. Bila nurani tidak mengarahkan visi, disiplin, dan gairah, kepemimpinan tidak akan bertahan lama, demikian juga lembaga yang tercipta dari kepemimpinan seperti itu. Dengan kata lain, kekuasaan formal tanpa kewibawaan moral akan gagal.
Kata "demi kebaikan (for good)" bisa berarti "mengangkat" dan bisa pula berarti "untuk seterusnya," Hitler memiliki visi, disiplin, dan gairah, tetapi dia didorong oleh egonya. Kehancurannya disebabkan oleh tiadanya nurani. Visi, disiplin, dan gairah hidup Gandhi, didorong oleh nuraninya, dan dia menjadi pelayan rakyat dalam mengejar tujuan mulianya. Sekali lagi, walaupun hanya punya kewibawaan moral, tanpa kekuasaan formal, Gandhi merupakan bapak dan pendiri negara terbesar kedua di dunia.
Ketika visi, disiplin dan gairah hidup diarahkan oleh kekuasaan formal yang tidak memiliki nurani atau kewibawaan moral, dunia juga akan berubah karenanya, tetapi bukan demi kebaikan, melainkan demi keburukan. Alih-alih mengangkat, dia akan meng-hancurkan. Kekuasaan seperti itu tak akan bertahan, dan akan le-nyap.
Marilah kita mengkaji dengan lebih cermat masing-masing atribut ini: visi, disiplin, gairah, dan nurani. Visi berarti melihat keadaan masa depan dengan mata batin kita, dengan pikiran kita. Visi adalah imajinasi terapan. Semua hal diciptakan dua kali: pertama, merupakan ciptaan pikiran; kedua, ciptaan fisik, dalam wujud bendanya. Ciptaan pertama, yaitu visi, adalah awal dari proses penemuan diri, atau proses penemuan diri organisasi. Visi mewakili keinginan, impian, harapan, tujuan, dan rencana. Tetapi impian atau visi itu bukan hanya sekadar fantasi. Visi adalah realitas yang belum benar-benar terwujud secara fisik; seperti cetak biru dari sebuah rumah sebelum rumah itu dibangun, atau notasi musik yang menunggu untuk dimainkan.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Komentarnya Yach !!